Minggu, 12 Maret 2017

Sejarah Gerakan 30 September PKI



Tak terasa kita akan segera meninggalkan bulan September dan diakhir bulan ini tepatnya tanggal 30 September merupakan hari yang sangat bersejarah bagi bangsa indonesia , sejarah yang tak mungkin dapat dilupakan karena sungguh sangat menyedihkan apabila kita kembali mengingat di masa lalu , , tepatnya pada tanggal 30 September 1965 yang lalu di Indonesia muncul gerakan yang sangat mengkhawatirkan, penghianatan yang dilakukan oleh gerakan G30S PKI ini memicu adanya pergejolakan nasional.
Gerakan G30S PKI merupakan singkatan dari Gerakan 30 September atau juga dikenal dengan Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh) maupuun Gestok (Gerakan Satu Oktober) merupakan salah satu peristiwa sejarah yang terjadi ketika Indonesia sudah beberapa tahun merdeka.
Sejarah singkat G30S PKI, peristiwa ini terjadi pada tanggal 30 September 1965 malam, hingga esok harinya yakni pada tanggal 1 Oktober 1965 ada usaha percobaan kudeta yang kemudian dituduhkan kepada anggota Partai Komunis Indonesia dimana terjadi pembunuhan terhadap tujuh perwira tinggi militer Indonesia beserta beberapa orang lainnya.
Inilah daftar jenderal yang menjadi korban aksi kekejaman dan kebutralan dalam aksi G 30 S PKI :
1. Letnan Jendral Anumerta Ahmad Yani (Meninggal Dunia di rumahnya, Jakarta Pusat. Rumahnya sekarang menjadi Museum Sasmita Loka Ahmad Yani)
2. Mayor Jendral Mas Tirtodarmo Haryono
3. Mayor Jendral Raden Soeprapto
4. Brigadir Jendral Donald Isaac Panjaitan
5. Mayor Jendral Siswondo Parman
6. Brigadir Polisi Ketua Karel Satsuit Tubun (Meninggal dunia di rumahnya)
7. Brigadir Jendral Sutoyo Siswodiharjo
8. Kolonel Katamso Darmokusumo (Korban G30S/PKI di Yogyakarta)
9. Letnan Kolonel Sugiyono Mangunwiyoto (Korban G30S/PKI di Yogyakarta)
10. Ade Irma Suryani Nasution (Putri Abdul Haris Nasution, meninggal di kejadian ini)
11. Kapten Lettu Pierre Andreas Tendean (Meninggal di kediaman Jendral Abdul Haris Nasution)
Merekan menculik dan menyiksa para jenderal tersebut , mereka pun melakukan penyiksaaan secara keji kepada mereka sampai meninggal dunia. Dan yang sangat mengerikan , jasad para jenderal yang mereka culik dan mereka siksa dengan keji itu lalu mereka kuburkan menjadi satu di dalam sebuah lubang sumur yang hingga saat ini di kenal lubang buaya.
Pemerintah langsung melakukan tindakan cepat untuk menghentikan dan menumpas aksi Partai PKI yang berlambang palu arit tersebut , Dengan di bawah komando Mayor Jendral Soeharto, Tepat pada jam21.00 WIB atau 9 malam pada 1 Oktober 1965 pemerintah melalui Mayor Jendral Soeharto mengumumkan bahwa PKI di Indonesia berhasil di tumpas. Dari peristiwa ini pada tanggal 1 Oktober dalam sejarah diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila , dan untuk menghormati 7 jenderal yang menjadi korban keganasan PKI tersebut maka pemerintah membangun sebuah monumen yang dikenal dengan Monumen Pancasila Sakti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar